KARYA
ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS
PELUANG BISNIS PETERNAKAN AYAM
Disusun Oleh:
Nama : Muhammad Huda Helmiansyah
N.I.M : 14.12.8042
Kelas : 14.S1-SI.04
2015
Kata
Pengantar
Alhamdulillah dengan
mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan taufiqnya
kepada kami sehingga makalah karya ilmiah lingkungan bisnis yang berjudul "Peluang Bisnis Peternakan Ayam" dapat diselesaikan dengan
baik dan dapat disajikan sebagai tugas Mata Kuliah Lingkungan Bisnis.
Makalah ini di buat
dengan tujuan agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana berbisnis peternakan ayam. Penulis
juga mengharapkan kepada pembaca agar setelah membaca artikel ini pembaca dapat
langsung untuk memulai bisnisnya.
Penulis juga
mengucapkan terimakasih kepada dosen yang terkait dan pihak-pihak yang telah
membantu menyusun dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.
Penulis mohon maaf
apabila dalam karya ilmiah ini terdapat banyak kekurangan. .Untuk itu saya sebagai penulis
menerima kritik dan sarannya demi perbaikan selanjutnya Terimakasih.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Abstrak
Ayam kampung boleh dikatakan sebagai ayam asli Indonesia yang sudah dipelihara sejak
jaman dahulu. Ayam ini memiliki potensi yang sudah terbukti, mampu member
kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan keluarga, setidaknya sebagai penghasil daging dan
telur. Kebanyakan ayam kampung bersifat dwifungsi, yaitu sebagai penghasil daging dan
penghasil telur, dan biasanya tergantung bagaimana tujuan peternak memelihara ayam
kampung. Ayam kampung merupakan hasil domestikasi ayam hutan merah selama
berabad-abad. Ayam kampung yang ada di Indonesia morfologinya (bentuk-bentuk fisik)
sangat beragam, sulit sekali dibedakan dan dikelompokkan ke dalam klasifikasi tertentu.
Karena tidak memiliki cirri yang khusus dan tidak adanya ketentuan tujuan dan arah
usaha peternakannya.
B.
Tujuan
dan Manfaat Penulisan
Adapun Tujuan Penulisan ini adalah sebagai
berikut: 1.
Menyampaikan kepada pembaca agar dapat mengetahui bagaimana berbisnis peternakan ayam.
2.
Memberikan sedikit cara mulai berbisnis yang mampu menghasilkan ribuan dollar
dari beternak ayam tersebut.
C.
Metode
Penulisan
Dalam menulis karya ilmiah ini penulis untuk
memberikan tulisannya dan memperoleh data-data adalah dengan menggunakan
beberapa metode sebagai berikut:
1.
Studi Online: Penulis memperoleh
data-data dari online atau dari internet yang mana memuat beragam data yang
berkaitan dengan judul karya ilmiah tersebut.
2.
Studi Kepustakaan: Penulis membaca
buku yang berkaitan dengan judul karya ilmiah dan menuangkanya kedalam karya
ilmiah tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
Ayam kampung boleh dikatakan sebagai ayam asli Indonesia yang sudah dipelihara sejak jaman dahulu. Ayam ini memiliki potensi yang sudah terbukti, mampu memberI kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan keluarga, setidaknya sebagai penghasil daging dan telur. Kebanyakan ayam kampung bersifat dwifungsi, yaitu sebagai penghasil daging dan penghasil telur, dan biasanya tergantung bagaimana tujuan peternak memelihara ayam kampung.
Ayam kampung merupakan hasil domestikasi ayam hutan merah selama
berabad-abad. Ayam kampung yang ada di Indonesia morfologinya (bentuk-bentuk fisik)
sangat beragam, sulit sekali dibedakan dan dikelompokkan ke dalam klasifikasi tertentu.
Karena tidak memiliki cirri yang khusus dan tidak adanya ketentuan tujuan dan arah
usaha peternakannya.
Ayam kampung dinamakan juga sebagai ayam buras (bukan ras),
untuk membedakan dengan ayam yang sudah jelas tujuan dan arah usahanya, misalnya
khusus petelur atau pedaging) yang disebut dengan ayam ras. Produktivitas ayam kampung yang dipelihara secara ala kadarnya memang masih rendah. Produksi telur pertahunnya sekitar 60 butir dan berat badan ayam jantan dewasa tidak melebihi dari 2 kg. Apa lagi ayam betina dan ayam-ayam yang sudah tua maka berat badannya jauh lebih rendah lagi. Namun demikian, bila ayam kampung dipelihara secara benar, tepat dan intensif maka produktivitasnya dapat ditingkatkan, khususnya bila diarahkan untuk petelur. Beternak ayam kampung perlu dipersiapkan beberapa hal, diantaranya adalah penetapan tujuan beternak, apakah sebagai penghasil daging atau penghasil telur. Penentuan tujuan ini penting karena akan menentukan cara memelihara dan manajemennya, termasuk dalam pemilihan induk untuk bibitnya. Selain menentukan tujuan komoditas yang akan diproduksi, penentuan maksud beternak juga penting. Setidaknya ada 3 maksud dan tujuan orang beternak ayam kampung, yaitu beternak hanya sekedar mengisi waktu luang dan beternak sebagai sumber penghasilahan keluarga. Bila beternak hanya untuk mengisi waktu luang, maka kepuasan yang dicapai adalah kepuasan mengisi waktu dengan kesibukan sehari-hari mengurus ternak. Kepuasan tersebut memberikan nilai tersendiri. terutama bagi yang sudah pensiun,selain kepuasan tersebut, beternak juga menambah hasil berupa telur atau anak ayam atau daging walaupun ini bukanlah target utama dari beternak. Maksud dan tujuan yang kedua adalah beternak sebagai usaha penghasil pendapatan.
Bila tujuan ini sudah ditetapkan maka usaha peternakan ayam kampung yang dijalankan akan menerapkan kaidah-kaidah usaha. Keuntungan berupa ekonomi merupakan target utama yang harus dihasilkan. Kepuasan peternak akan ditentukan dengan seberapa banyak nilai ekonomi yang dihasilkan dari peternakan yang dijalankan.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Binis beternak ayam itu membutuhkan banyak sekali waktu,tempat,dll apabila ingin beternak tersebut harus memikirkan lagi matang-matang. Agar ayam-ayam yang kita pelihara dan dijadikan sebagai bisnis tidak mati sia-sia karena tidak memenuhi standard ketentuan. Perlu pembaca ketahui apabila ayam-ayam tersebut tidak dijadikan bisnis pun bisa sebagai hobi.
DAFTAR PUSTAKA
http://orkalibrary.blogspot.com/2014/03/kumpulan-contoh-karya-ilmiah-lingkungan.html