Kamis, 05 Maret 2015

Sukses Berbisnis Dengan Bimbel




                Banyaknya orang tua yang menginginkan anak – anaknya cerdas dan pintar, mendorong para orang tua memberikan anak – anak mereka les tambahan diluar jam sekolah. Hal ini menjadi peluang usaha bagi par pelaku bisnis maupun para pendidik. Apabila kita mempunyai kemampuan  di bidang ilmu pengetahuan yang bagus serta bisa sabar dalam menghadapi anak – anak, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menangkap peluang usaha tersebut.
Bisnis bimbingan belajar telah berkembang sejak lama, bisnis ini manjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Bahkan, kini banyak lembaga bimbingan belajar yang berkembang menjadi franchise. Sasaran pengguna jasa dari usaha ini cukup beragam, mulai dari anak SD hingga SMA. Baik bimbingan belajar secara regular ataupun bimbingan belajar program musiman yang biasanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian semester ataupun kelulusan dan ujian masuk sekolah ke tingkat selanjutnya.
Bisnis ini termasuk mudah, karena hanyalah mengandalkan kemampuan kita dalam ilmu pengetahuan dan ilmu mendidik anak. Untuk memulai bisnis ini, berikut kami berikan beberapa tips yang harus diperhatikan sebelum memulai usaha bimbingan belajar.
  1. Kemampuan mendidik anak-anak atau remaja ( tergantung tingkatan pendidiknya), menjadi modal utama dari bisnis ini.
  2. Kemampuan mencari tenaga pendidik yang sesuai dengan bidang pelajaran masing-masing.
  3. Menguasai materi-materi pelajaan dasar, seperti matematika dan ilmu exact lainnya.
  4. Megajarkan materi bimbingan yang tidak jauh berbeda dengan materi yang akan diujikan.
  5. Mengatur jadwal bimbingan belajar yang sesuai, baik untuk murid maupun untuk tenaga pengajar.
  6. Membuat modul pengajaran untuk setiap paket bimbingan belajar.
  7. Kemampuan bekerjasama dan berkoordinasi dengan tenaga pengajar dan tenaga pembantu lainnya.
  8. Mempunyai bangunan dengan banyak ruangan atau kelas untuk proses belajar – mengajar, administrasi, ruang tamu / ruang tunggu, kamar mandi, dan lahan parkir.
  9. Inventaris kelengkapann belajar juga harus tersedia, seperti kursi, meja, dan whiteboard.
  10. Modal untuk kegiatan operasional, diantaranya buku modul, ATK serta gaji pengajar dan  tenaga pembantu lainnya seperti bagian administrasi dan keuangan, serta bagian kebersihan.

Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis

  KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS  
PELUANG BISNIS PETERNAKAN AYAM

Disusun Oleh:
Nama        :       Muhammad Huda Helmiansyah
N.I.M        :       14.12.8042
Kelas         :       14.S1-SI.04
2015
 

Kata Pengantar
Alhamdulillah dengan mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan taufiqnya kepada kami sehingga makalah karya ilmiah lingkungan bisnis yang berjudul "Peluang Bisnis Peternakan Ayam" dapat  diselesaikan dengan baik dan dapat disajikan sebagai tugas Mata Kuliah Lingkungan Bisnis.
Makalah ini di buat dengan tujuan agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana berbisnis peternakan ayam. Penulis juga mengharapkan kepada pembaca agar setelah membaca artikel ini pembaca dapat langsung untuk memulai bisnisnya.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen yang terkait dan pihak-pihak yang telah membantu menyusun dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.
Penulis mohon maaf apabila dalam karya ilmiah ini terdapat banyak kekurangan. .Untuk itu saya sebagai penulis menerima kritik dan sarannya demi perbaikan selanjutnya Terimakasih.


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Abstrak
Ayam kampung boleh dikatakan sebagai ayam asli Indonesia yang sudah dipelihara sejak
jaman dahulu. Ayam ini memiliki potensi yang sudah terbukti, mampu member
kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan keluarga, setidaknya sebagai penghasil daging dan
telur. Kebanyakan ayam kampung bersifat dwifungsi, yaitu sebagai penghasil daging dan
penghasil telur, dan biasanya tergantung bagaimana tujuan peternak memelihara ayam
kampung. Ayam kampung merupakan hasil domestikasi ayam hutan merah selama
berabad-abad. Ayam kampung yang ada di Indonesia morfologinya (bentuk-bentuk fisik)
sangat beragam, sulit sekali dibedakan dan dikelompokkan ke dalam klasifikasi tertentu.
Karena tidak memiliki cirri yang khusus dan tidak adanya ketentuan tujuan dan arah
usaha peternakannya.
B.   Tujuan dan Manfaat Penulisan
     Adapun Tujuan Penulisan ini adalah sebagai berikut: 1. Menyampaikan kepada pembaca agar dapat mengetahui bagaimana berbisnis peternakan ayam.
2. Memberikan sedikit cara mulai berbisnis yang mampu menghasilkan ribuan dollar dari beternak ayam tersebut.

C.   Metode Penulisan
    Dalam menulis karya ilmiah ini penulis untuk memberikan tulisannya dan memperoleh data-data adalah dengan menggunakan beberapa metode sebagai berikut:
1. Studi Online: Penulis memperoleh data-data dari online atau dari internet yang mana memuat beragam data yang berkaitan dengan judul karya ilmiah tersebut.

2. Studi Kepustakaan: Penulis membaca buku yang berkaitan dengan judul karya ilmiah dan menuangkanya kedalam karya ilmiah tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN
             Ayam kampung boleh dikatakan sebagai ayam asli Indonesia yang sudah dipelihara sejak jaman dahulu. Ayam ini memiliki potensi yang sudah terbukti, mampu memberI kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan keluarga, setidaknya sebagai penghasil daging dan telur. Kebanyakan ayam kampung bersifat dwifungsi, yaitu sebagai penghasil daging dan penghasil telur, dan biasanya tergantung bagaimana tujuan peternak memelihara ayam kampung.
             Ayam kampung merupakan hasil domestikasi ayam hutan merah selama
berabad-abad. Ayam kampung yang ada di Indonesia morfologinya (bentuk-bentuk fisik)
sangat beragam, sulit sekali dibedakan dan dikelompokkan ke dalam klasifikasi tertentu.
Karena tidak memiliki cirri yang khusus dan tidak adanya ketentuan tujuan dan arah
usaha peternakannya.
             Ayam kampung dinamakan juga sebagai ayam buras (bukan ras),
untuk membedakan dengan ayam yang sudah jelas tujuan dan arah usahanya, misalnya
khusus petelur atau pedaging) yang disebut dengan ayam ras.
Produktivitas ayam kampung yang dipelihara secara ala kadarnya memang masih rendah. Produksi telur pertahunnya sekitar 60 butir dan berat badan ayam jantan dewasa tidak melebihi dari 2 kg. Apa lagi ayam betina dan ayam-ayam yang sudah tua maka berat badannya jauh lebih rendah lagi. Namun demikian, bila ayam kampung dipelihara secara benar, tepat dan intensif maka produktivitasnya dapat ditingkatkan, khususnya bila diarahkan untuk petelur. Beternak ayam kampung perlu dipersiapkan beberapa hal, diantaranya adalah penetapan tujuan beternak, apakah sebagai penghasil daging atau penghasil telur. Penentuan tujuan ini penting karena akan menentukan cara memelihara dan manajemennya, termasuk dalam pemilihan induk untuk bibitnya. Selain menentukan tujuan komoditas yang akan diproduksi, penentuan maksud beternak juga penting. Setidaknya ada 3 maksud dan tujuan orang beternak ayam kampung, yaitu beternak hanya sekedar mengisi waktu luang dan beternak sebagai sumber penghasilahan keluarga. Bila beternak hanya untuk mengisi waktu luang, maka kepuasan yang dicapai adalah kepuasan mengisi waktu dengan kesibukan sehari-hari mengurus ternak.              Kepuasan tersebut memberikan nilai tersendiri. terutama bagi yang sudah pensiun,selain kepuasan tersebut, beternak juga menambah hasil berupa telur atau anak ayam atau daging walaupun ini bukanlah target utama dari beternak. Maksud dan tujuan yang kedua adalah beternak sebagai usaha penghasil pendapatan.
               Bila tujuan ini sudah ditetapkan maka usaha peternakan ayam kampung yang dijalankan akan menerapkan kaidah-kaidah usaha. Keuntungan berupa ekonomi merupakan target utama yang harus dihasilkan. Kepuasan peternak akan ditentukan dengan seberapa banyak nilai ekonomi yang dihasilkan dari peternakan yang dijalankan.


BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Binis beternak ayam itu membutuhkan banyak sekali waktu,tempat,dll apabila ingin beternak tersebut harus memikirkan lagi matang-matang. Agar ayam-ayam yang kita pelihara dan dijadikan sebagai bisnis tidak mati sia-sia karena tidak memenuhi standard ketentuan. Perlu pembaca ketahui apabila ayam-ayam tersebut tidak dijadikan bisnis pun bisa sebagai hobi.

DAFTAR PUSTAKA
 http://orkalibrary.blogspot.com/2014/03/kumpulan-contoh-karya-ilmiah-lingkungan.html

Jumat, 27 Februari 2015

Mencari Ide Peluang Bisnis

http://bangbandrex.blogdetik.com/files/2012/11/912657fa89293bb94aa6df6292a79867_ilmu-dan-keterampilan-bisnis.jpg

         Peluang bisnis dapat muncul dari hobi kita sendiri, yang sebelumnya mungkin Anda
tidak sadar bahwa hobi Anda bisa dijadikan sebagai usaha. Kalau hobi atau bidang yang
Anda kuasai saat ini belum layak untuk dijadikan peluang bisnis, Anda membutuhkan ide-ide
yang menimbulkan peluang bisnis. Bagaimana cara menimbulkan ide itu? Ide yang
berpeluang usaha bisa didapatkan dari hal-hal seperti berikut ini.


 1. Cita-cita.
         Peluang bisa muncul dari citaa-cita Anda sendiri. Bila keinginan Anda untuk menjadi
pebisnis sangat kuat, maka Anda akan melihat peluang-peluang di hampir semua bidang.
Hampir setiap apa yang dilihat adalah peluang bisnis. Atau setidaknya, Anda secara naluri
akan berupaya mencari peluang di suatu jenis usaha. Hal ini tidak akan terjadi pada orang
yang tidak memiliki cita-cita menjadi pebisnis.

2. Tekanan.
          Bila seseorang menghadapi tekanan maka banyak gagasan yang mucul. Tekanan bisa
datang dari luar, bisa pula diciptakan oleh diri sendiri. Ketika seseorang mendapatkan
tekanan untuk bisa hidup dan menghidupi keluarganya, biasanya dia akan banyak berpikir
untuk mendapatkan solusinya.

3. Kecenderungan pasar.
          Mengamati kebutuhan konsumen di pasar dapat menimbulkan peluang bisnis.
Contoh, kecendrungan sebagian orang akan belanja langsung ke pabrik dengan harga
murah. Maka bermuncullah factory outlet di mana-mn. Dengan berbagai promosi maka FO
menawarkan barang dengan harga murah dengan kualitas barang yang dapat dijamin.

4. Inovasi baru.
         Gagasan untuk menciptakan produk baru timbul karena adanya kebutuhan,
sementara produk itu belum ada di pasaran. Apabila kita berhasil menciptakan produk
tersebut dan dibutuhkan konsumen maka kita dapat menjadi yang pertama dan menguasai
bisnis tersebut (leader). Tentunya kita akan mendapatkan keuntungan yang cepat namun
jangan terlena biasanya pesaing mengincar kita dengan membuat bisnis yang sama dengan
kita (challenger dan para follower).

5. Komplemen dari produk yang ada.
         Sebuah produk dapat memberikan peluang bisnis dengan membuat produk-produk
yang melengkapinya, biasanya berupa aksesori. Produk otomotif seperti mobil biasanya
disertai dengan produk aksesori yang menyertainya. Seperti diketahui, aksesori semacam ini
bisa menjadi peluang bagi si pembuat produk maupun perusahaan.

6. Peristiwa yang digemari atau munculnya tokoh.
          Suatu peristiwa bisa menimbulkan peluang baru. Contoh, adanya musim kompetisi
sepak bola, muncul produk-produk seperti t-shirt yang bergambar piala, pemain sepak bola
favorit, dan lain-lain. Begitu juga dengan tokoh fil yang sedang digemari, memunculkan
produk yang bisa dan bahkan laris dijual. Contohnya boneka Dora, Pokemon, Spongebob,
dan lain-lain.

7. Wawasan.
          Orang yang wawasannya luas, pergaulannya luas dan dia mau berpikir, maka akan
menemukan peluang bisnis. Misalnya seseorang yang sering melihat bisnis yang dilakukan di
luar negeri (bisa didapatkan dari media massa atau berkunjung) dan bisnis tersebut belum
ada di negaranya, ini merupakan cara untuk mendapatkan peluang bisnis. Wawasan bisnis
bertambah luas bukan hanya dengan cara pergi ke luar negeri, namun dapat juga dengan
membaca majalah, buku, dan membaca di internet. Selain itu bisa juga melalui banyak
bergaul dengan teman, relasi, dan saudara yang kebetulan menjalankan bisnis.

8. Bahan bacaan.
         Membaca, selain menambah wawasan dan pengetahuan, juga bisa menimbulkan
gagasan yang mengandung peluang bisnis. Bahan bacaan bisa dari berbagai media. Bila
Anda memang sedang berpikir keras mencari peluang, ketika Anda membaca iklan produk
barang atau jasa, ada kemungkinan Anda mendapatkan peluang bisnis. Peluang yang Anda
dapatkan bisa berbeda dengan yang diiklankan. Ada yang mengatakan bahwa peluaang
bisnis bisa didapat dari halaman kuning (yang berisi direktori atau iklan). Minimal Anda akan
mendapatkan 20 gagasan berpeluang dari membaca halaman kuning itu. Semakin banyak
media yang menyajikan halaman kuning yang Anda basa- misalnya halaman kuning dari
berbagai media negara- semakin banyak peluang yang akan Anda dapatkan.

9. Ide yang muncul tiba-tiba.
         Kadang kala gagasan bisa muncul tiba-tiba, di mana saja dan kapan saja. Hampir
setiap orang mengalaminya. Tetapi tidak banyak orang yang bisa mewujudkan gagasan
menjadi usaha nyata yang membawa keuntungan. Kebanyakan orang melupakan ide-ide
yang tiba-tiba muncul, dia tidak bisa melihat bahwa idenya bisa menjadi suatu peluang
bisnis.Perlu disadari dan diyakini bahwa melihat peluang yang dapat dijadikan sebuah bisnis
itu bisa dipelajari dan dilatih. Latihlah kepekaan Anda untuk mendapatkan peluang bisnis.

Kamis, 26 Februari 2015

Apa itu lingkungan bisnis?



Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut tidak hanya dalam perusahaan (intern), namun juga dari luar (ekstern). Lingkungan bisnis diklasifikasikan menjadi 2 macam, lingkungan Eksternal & lingkungan Internal, Yaitu:
1.       Lingkungan Internal
Lingkungan Internal adalah segala sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan  mempengaruhi organisasi / perusahaan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi, yaitu:
A. Tenaga kerja (Man)
B. Modal
C. Material / bahan baku
D. Peralatan/perlengkapan produksi
2.       Lingkungan Eksternal
Lingkungan Eksternal adalah Segala sesuatu di luar batas organisasi yang dapat memengaruhi organisasi. Lingkungan Eksternal ini di bagi menjadi 2, Yaitu:
A.      Lingkungan EKONOMI
# Indikator Ekonomi, Cara mengukur:
- Output agregat
- Standar hidup
- Produktivitas
# Stabilitas EKONOMI
Stabilitas ekonomi yaitu jumlah uang yang tersedia dalam sistem ekonomi dan jumlah barang dan jasa yang diproduksi bertumbuh pada kisaran tingkat yang sama.

B. Lingkungan TEKNOLOGI
                # Beberapa macam dari lingkungan Teknologi:
                    - Teknologi produk & jasa
                    - Teknologi proses bisnis



Pendidikan Karakter Islami

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan 18 nilai yang menjadi pilar pendidikan budaya dan karakter bangsa (Hajriyanto Y. Thoh...